Kegiatan usaha mencakup penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), hingga pengolahan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat.
Perseroan juga melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap. Langkah tersebut meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp, pembangkit listrik berbasis pemanfaatan panas buang dari fasilitas HPAL sebesar 50 MWp, serta pengembangan Energy Management System yang sejalan dengan standar ISO 50001.
"Perseroan mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang," tutur dia.
Di sisi keberlanjutan, perusahaan mencatat penghindaran emisi karbon sebesar 977.278 ton CO2e pada kuartal I-2026 atau meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut didukung pemanfaatan kembali panas buang, penggunaan biosolar, dan penerapan teknologi gasifikasi batu bara.
"Integrasi dari penambangan hingga pengolahan memungkinkan Perseroan menjaga produktivitas, meningkatkan efektivitas operasional, serta memperkuat ketahanan usaha dalam menghadapi perkembangan industri ke depan," kata dia.
(DESI ANGRIANI)