Holding RS BUMN Terbentuk, Pertamedika IHC Teken Akta Jual Beli dengan 7 BUMN

Market News
Shifa Nurhaliza
Jumat, 07 Agustus 2020 15:45 WIB
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk Holding Rumah Sakit (RS) pada Jumat (7/8/2020).
Holding RS BUMN Terbentuk, Pertamedika IHC Teken Akta Jual Beli dengan 7 BUMN. (Foto: Ist)

IDXChannel – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk Holding Rumah Sakit (RS) pada Jumat (7/8/2020), yang bertujuan untuk meningkatkan layanan publik kepada masyarakat dan kontribusi kepada pembangunan ekonomi Indonesia.

Melalui akun twitter resmi Kementerian BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa pada Pertamedika IHC melakukan penandatangan akta jual beli dengan tujuh BUMN pemilik Rumah Sakit BUMN dalam rangka pembentukan holding rumah sakit BUMN yang diadakan di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Adapun kegiatan yang dilakukanini merupakan bagian dari roadmap pembentukan Holding RS BUMN yang telah dimulai sejak 2018 melalui pengambilalihan saham mayoritas Rumah Sakit Pelni.

“Hari ini kita membuktikan bahwa apa yang kita bicarakan sepuluh bulan yang lalu, bahwa kita memastikan BUMN kita bisa bersaing," jelas Erick dalam sambutannya.

Dilanjutkan Erick, bahwa BUMN bisa menghasilkan nilai tambah secara ekonomi dan juga menambah public service itu tetap berjalan sampai hari ini. “Saya ingin di bawah kluster kesehatan ini bisa menjadi satu group besar," tegasnya.

Dalam acara yang juga turut dihadiri Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, serta para Direktur BUMN, Erick pun menyampaikan, bila sudah kita bangun sinerginya sesuai strateginya Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh akan menjadi sebuah kepastian dan tidak mungkin saya bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua pihak.

Sebelumnya pada 30 Juni lalu Pertamedika IHC secara resmi mengambil alih saham 7 Rumah Sakit BUMN sebagai bentuk tindak lanjut dari rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengonsolidasikan rumah sakit BUMN ke dalam holding.

7 BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra, PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama. Dalam menghadapi rangkaian proses aksi korporasi, Pertamedika IHC didampingi oleh PT Danareksa Sekuritas beserta konsultan pendukung lainnya.

“Dengan adanya penggabungan ini maka akan diterapkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di seluruh jaringan rumah sakit BUMN,” pungkas Erick Thohir. (*)

Baca Juga