Harga yang ditawarkan sebesar Rp5.400 per saham, sedikit lebih tinggi sekitar 0,5 persen dibandingkan rata-rata harga saham tertinggi IBST dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang berada di level Rp5.374 per saham.
Pemegang saham publik yang tidak berpartisipasi dalam tender offer tetap dapat mempertahankan kepemilikan sahamnya. Namun, statusnya akan berubah menjadi pemegang saham di perusahaan tertutup setelah proses delisting dilakukan.
Adapun rencana go private ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026.
(DESI ANGRIANI)