AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

iDea Sebut 300 Ribu UMKM Sudah Manfaatkan Platform Digital di Masa Pandemi

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 17 Juli 2020 10:00 WIB
Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) mengungkapkan bahwa 300.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform digital.
iDea Sebut 300 Ribu UMKM Sudah Manfaatkan Platform Digital di Masa Pandemi. (Foto: Ist)
iDea Sebut 300 Ribu UMKM Sudah Manfaatkan Platform Digital di Masa Pandemi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) mengungkapkan bahwa 300.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform digital di tengah pandemi Covid-19 untuk melakukan promosi hingga transaksi penjualan.

Dalam program Special Dialogue Webinar On TV IDX Channel, pada Kamis (16/7/2020), Wakil Ketua Umum iDEA, Bima Laga mengatakan peningkatan tersebut terjadi sejak adanya program Bangga Bantuan Indonesia yang dimulai pada 14 Mei 2020.

“Kita harapkan sampai akhir tahun pertumbuhan UMKM itu sebesar 2 juta UMKM baru yang on board dan bagian dari 62 juta UMKM yang belum join ke digital,” kata Bima kepada IDX Channel.

Selama pandemi Covid-19, sejatinya pelaku UMKM perlahan mulai masuk ke e-commerce. Ditambahkan Bima, itu disebabkan karena penjualan mereka secara offline terganggu akibat adanya pandemi virus dan pembatasan wilayah untuk berjualan dan berinteraksi.

Ditambahkan Bima, justru beberapa pelaku UMKM yang masuk dan memanfaatkan platform digital semakin besar jangkauan pasarnya daripada berjualan saat kondisi normal.

"Jadi, salah satu contoh ada toko tidak bisa jualan secara offline dan dia hanya mengandalkan pesanan yang diantar secara langsung tapi pesanan itu tokonya mampu menghidupi bahkan ada beberapa stok yang pesanannya bisa meningkat pada saat offline," pungkas Bima. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD