AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

IHSG Berakhir Menghijau, Analis Wanti-wanti Adanya Aksi Profit Taking

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 15 Oktober 2021 16:12 WIB
Total transaksi mencapai Rp17,6 triliun dari 21,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
IHSG Berakhir Menghijau, Analis Wanti-wanti Adanya Aksi Profit Taking (FOTO:MNC Media)
IHSG Berakhir Menghijau, Analis Wanti-wanti Adanya Aksi Profit Taking (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 7,2 poin (0,11%) di level 6.633,338 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (15/10/2021). 

Dibuka menguat di 6.645,260, indeks sempat bergerak melemah sepanjang perdagangan hingga menyentuh level terendahnya di 6.573,343. Namun, penguatan terus terjadi pada akhir sesi hingga menembus titik tertinggi barunya sejak tiga tahun terakhir di 6.680,009. 

Penutupan sore ini membawa performa indeks cemerlang dalam sepekan (2,34%), dan secara year to date (10,94%). Adapun 244 emiten menguat, 258 melemah, dan 163 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp17,6 triliun dari 21,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan. 

Technical Analyst PT Panin Sekuritas William Hartanto menyebut bahwa koreksi terhadap IHSG yang terjadi pada pagi tadi merupakan hal yang wajar, mengingat penguatan di akhir perdagangan. 

Kendati demikian, William mencermati kemungkinan profit taking yang diperkirakan bakal terjadi sejalan dengan penurunan volume perdagangan harian. 

"Kalau kita melihat secara historis, IHSG memiliki level tertinggi di 6.693, memang sudah dekat dengan 6.700. Melihat volume perdagangan harian dalam lima hari terakhir cenderung menurun, ini adalah sebuah indikasi di mana pelaku pasar sudah banyak yang membeli saham, sehingga dana yang tersedia sudah tinggal sedikit, maka diperkirakan bisa terjadi profit taking," kata William dalam 2nd Session Closing, Jumat (15/10/2021). 

Menurut William, meski peluang koreksi masih terbuka, dirinya justru membaca ada tren penguatan terhadap IHSG pada pekan depan. 

"Koreksi tadi pagi adalah hal yang wajar mengingat selain karena profit taking, IHSG tidak mengakhiri tren penguatannya. Kalau kita memakai indikator MA5, kita akan melihat IHSG masih menguat dengan support di 6.550, sedangkan tadi paling rendah ada di 6.573. Jadi kondisi penutupan yang masih menguat, maka kita perkirakan IHSG pada pekan depan akan melanjutkan penguatannya, karena profit takingnya sudah selesai pada perdagangan tadi pagi," tuturnya. 

Adapun titik support IHSG berada di level 6.550, dan resisten ada di 6.700. Seperti diketahui, pembelian bersih investor asing pada hari ini secara akumulatif mencapai Rp1,50 triliun, yang mencakup Rp664,79 miliar di pasar reguler, dan Rp837,08 miliar di pasar negosiasi-tunai. 

Sementara itu, sejumlah bursa Asia dikabarkan bergerak menguat seperti: N225 (1,81%), HSI (1,48%), SSEC (0,40%), dan STI (0,56%).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD