Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti inflasi dan neraca perdagangan, yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.
Dari mancanegara, sentimen eksternal cenderung kondusif. Bursa Wall Street ditutup menguat terbatas pada akhir pekan lalu, dengan Indeks Dow Jones naik 0,66 persen dan S&P 500 menguat 0,19 persen. Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Februari 2026 naik tipis 0,19 persen ke level USD57,4 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer di Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Meski demikian, pasar global relatif merespons terbatas. Pasar Asia Pasifik secara intraday justru menguat, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 2,70 persen dan KOSPI naik 1,82 persen pada awal perdagangan Senin.
Menurut Ratih, minimnya respons negatif pasar mencerminkan bahwa konflik tersebut belum menyebar ke negara lain dan belum memicu intervensi lanjutan. Kondisi ini membuat pasar belum memasukkan premi risiko geopolitik tambahan, termasuk pada harga minyak.