AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Apa Penyebabnya?

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 25 Januari 2022 16:28 WIB
Selain itu sentimen lain datang dari pertemuan The Fed pada 27 Januari untuk menaikkan suku bunga hingga 3-4 kali untuk tahun ini.
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Apa Penyebabnya? (FOTO:MNC Media)
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Apa Penyebabnya? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali ditutup tersungkur 1,3%. Tak hanya itu, koreksi hari ini juga diikuti indeks Asia karena beberapa sentimen

Analis PT Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora mengatakan, pelemahan IHSG hari ini mengikuti pelemahan yang terjadi pada mayoritas saham indeks Asia seperti Shanghai yang terkoreksi 2,58% dan Hang seng 1,67%. 

"Nampaknya para pelaku pasar masih berhati-hati ya dikarenakan adanya tensi tinggi antara Russia dan Ukraina yang belakangan ini sedang memanas, sehingga ini menjadi katalis negatif yang terjadi bagi market global," katanya dalam IDX 2nd Session Closing, Selasa (25/1/2022). 

Selain itu sentimen lain datang dari pertemuan The Fed pada 27 Januari untuk menaikkan suku bunga hingga 3-4 kali untuk tahun ini. 

Sedangkan dari domestik, peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron telah menekan indeks, dimana sampai kemarin kasus Omicron di Indonesia mulai naik dan mencapai 1.626, serta peningkatan level PPKM yang menjadi katalis negatif bagi IHSG. 

Namun, untuk The Fed menaikkan suku bunga, menurut Andhika ini menjadi katalis positif untuk pergerakan saham sektor perbankan. Karena memang kalau suku bunga naik, otomatis bunga deposito dan kredit naik yang membuat investor semakin menarik untuk menanamkan modalnya di deposito. 

"Dan memang ini akan membuat indeks tertekan yang juga menjadi capital inflow untuk global. Namun kalau kita lihat sekarang investor berhati-hati dengan pertemuan nanti," ujarnya. 

Dampaknya, akan ada investor yang kembali melirik deposito dan nanti menjadi katalis negatif bagi perbankan kalau The Fed jadi menaikkan suku bunga. 

Laju pergerakan saham perbankan sendiri kedepannya ada koreksi di market hari Jumat dan akan ada pantulan dari saham big caps untuk menunggu hasil rilis yang terpengaruh dari meeting The Fed itu. 

"Nampaknya pelaku pasar sudah bisa melakukan buy on weakness pada saham bank-bank big caps yang beberapa hari ini terkoreksi dan nanti akan adanya teknikal rebound dari IHSG itu membuat saham perbankan ikut naik," jelasnya. 

Untuk esok hari, Andhika merekomendasi saham-saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan ARTO.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD