AALI
12125
ABBA
188
ABDA
6250
ABMM
3040
ACES
980
ACST
160
ACST-R
0
ADES
5825
ADHI
685
ADMF
8050
ADMG
181
ADRO
3080
AGAR
330
AGII
1975
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.38
-0.72%
-3.89
IHSG
6862.70
-0.74%
-51.44
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

IHSG Hari Ini Rebound, Investor Menanti Rilis Kebijakan The Fed

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 26 Januari 2022 16:29 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini sukses rebound setelah mengalami koreksi selama beberapa hari.
IHSG Hari Ini Rebound, Investor Menanti Rilis Kebijakan The Fed. (Foto: MNC Media)
IHSG Hari Ini Rebound, Investor Menanti Rilis Kebijakan The Fed. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini sukses rebound setelah mengalami koreksi selama beberapa hari. Hal itu diyakini bahwa respon dari investor sejauh ini terkait dengan proyeksi kebijakan yang akan dikeluarkan oleh The Fed.

Investment Specialist PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Ajie Dewandaru mengatakan, ada anggapan dari para investor bahwa ada kemungkinan The Fed bersifat sangat agresif.

"Dalam artian yang mereka berencana menaikkan suku bunga lebih tinggi daripada target awal yaitu kemungkinan dinaikkan 50 bps atau 0,5% atau bahkan dalam waktu 1 tahun ini akan dinaikkan 4 kali," katanya dalam IDX 2nd Session Closing, Rabu (26/1/2022).

Menurut Ajie, hal ini memang yang membuat suku bunga menjadi sedikit terpengaruh terutama yield obligasi di Amerika Serikat sana.

"Ini juga yang kalau temen-temen perhatikan kebanyakan investor mulai beralih dari pasar saham menuju pasar obligasi di negara Amerika Serikat sana," ujar dia.

Berdasarkan beberapa tesis mengatakan, jika suku bunga naik ada kemungkinan saham teknologi mengalami penurunan. Hal itu karena ketika saham teknologi pergerakannya itu tidak begitu menarik.

"Investor beralih ke yang lebih aman seperti obligasi atau pasar instrumen keuangan lainnya, dibanding sektor teknologi yang jauh lebih berisiko tinggi," katanya.

Sedangkan Bank Indonesia menegaskan bahwa akan mempertahankan suku bunga 3,5% dan kebijakan moneter masih berfokus pada peningkatan konsumsi masyarakat seperti PPNBM otomotif dan properti.

"Tapi kalau kita lihat sebaiknya kebijakan ini tidak cukup berpengaruh terhadap kondisi sektor perbankan karena likuiditas sudah cukup tinggi," ujar Ajie.

Trimegah Sekuritas berekspektasi untuk The Fed esok hari ada kemungkinan menaikkan 50 bps, tapi untuk Indonesia sendiri kemungkinan menaikkan suku bunga di kuartal II atau kuartal III-2022.

Saham-saham pilihan yang bisa dikoleksi antara lain:
DOID 230 - 280 BUY
BBRI 4.000 - 4.330 BUY
ICBP 8.500 - 9.350 BUY
DSNG 500 - 605 BUY

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD