Dari sisi waktu, Sucor menilai koreksi masih berada pada tahap awal. Penurunan baru berlangsung sekitar 1,8 bulan dari puncak, sementara median historis durasi koreksi IHSG mencapai 4,4 bulan.
Artinya, volatilitas jangka pendek masih berpotensi berlanjut sebelum pasar menemukan titik terendah (bottom).
Namun secara fundamental, Sucor melihat risiko yang ada belum bersifat struktural. Krisis sistemik biasanya ditandai oleh pelemahan makro yang luas dan berkelanjutan, sementara kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih relatif stabil, meski tekanan eksternal dan domestik meningkat.
Sucor juga menegaskan bahwa dalam sejarahnya, pasar saham Indonesia selalu pulih setelah setiap fase bear market.
Rata-rata pemulihan menunjukkan potensi IHSG mencapai sekitar 1,23 kali dari level sebelum krisis, yang mengindikasikan peluang kenaikan menuju area 11.200 dalam jangka menengah setelah kondisi normal kembali.