Sementara itu, menurut BRI Danareksa Sekuritas, rekor IHSG terjadi meskipun investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp542 miliar di pasar reguler kemarin. Penguatan ini mencerminkan solidnya permintaan domestik di tengah ketidakpastian global.
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas untuk menguji level resistance di 9.150.
Pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diproyeksikan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah.
Katalis tambahan diperkirakan datang dari arah kebijakan pemerintah, khususnya di sektor tekstil, komoditas, waste to energy (WTE), serta perbankan, yang dinilai berpotensi menjadi tema penggerak pergerakan harga saham ke depan.
Rupiah Rekor Terendah
Sementara, nilai tukar rupiah mencetak rekor terendah terhadap dolar AS pada Selasa, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap independensi bank sentral setelah Presiden Prabowo Subianto menominasikan keponakannya untuk bergabung dalam Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).