IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi masih akan bergerak dalam zona merah seiring dengan adanya penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi sesuai metodologi MSCI. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dengan rentang Support 6.700 dan Resistance 7.250.
Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan pekan lalu di level 7.026, atau mengalami pelemahan sebesar 0,99 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Tekanan ini diperparah dengan aksi jual bersih (outflow) investor asing yang mencapai Rp2,8 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengungkapkan, lesunya pasar saham domestik dipicu oleh kombinasi sentimen ketidakpastian global dan kebijakan dalam negeri. Dari sisi global, ancaman serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran di bawah pernyataan Presiden AS Donald Trump memicu kepanikan investor.
"Akibatnya muncul ketidakpastian tinggi, sehingga aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG kemungkinan besar bakal kena aksi jual jangka pendek," ujarnya dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).