Meski demikian, indikator frekuensi dan volume perdagangan menunjukkan tren penurunan terstruktur. Rata-Rata Frekuensi Transaksi mengalami penyusutan sebesar 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi harian, dari pekan lalu yang sempat mencapai 2,37 juta kali.
Sedangkan Rata-Rata Volume Transaksi merosot sebesar 15,60 persen menjadi 30,95 miliar saham, dari capaian minggu sebelumnya yang bertengger di angka 36,67 miliar saham.
Pergerakan modal juga diwarnai aksi lepas portofolio oleh pemodal internasional. Pada perdagangan Jumat (29/5), investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) yang cukup besar, yakni senilai Rp8,519 triliun.
Akumulasi aksi jual bersih investor asing sepanjang tahun berjalan di 2026 kini telah menembus angka Rp53,971 triliun.
Di luar dinamika pergerakan angka indeks, otoritas bursa terus bergerak maju memperkuat fundamental pasar. Pada Selasa (26/5/2026), BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sukses menggelar forum Strategic Leadership Dialogue di Main Hall BEI.