Di luar perkembangan perdagangan saham, BEI juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem pasar modal. Salah satunya melalui peluncuran Go Public Academy for SMEs pada 2 November 2026 bersama Kementerian UMKM, PT Surveyor Indonesia, dan sejumlah perguruan tinggi.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi RISE to IPO yang mencakup edukasi, peningkatan kapasitas, hingga pendampingan perusahaan menuju penawaran umum perdana saham (IPO). Sejak 2025, rangkaian program tersebut telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Bandung.
BEI juga menerbitkan Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00160/BEI/11-2026 pada 2 November 2026 tentang perubahan ketentuan Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham (LBRE). Melalui ketentuan baru tersebut, informasi kepemilikan saham di atas 1 persen dilengkapi dengan status pemegang saham sebagai Pengendali maupun Afiliasi Pengendali dan dipublikasikan setiap bulan melalui situs web BEI.
Selain itu, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya dan didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan CEO Networking 2026 pada 3 November 2026 di Jakarta. Kegiatan yang dihadiri sekitar 400 pimpinan perusahaan tercatat dan pemangku kepentingan pasar modal tersebut mengangkat pentingnya transparansi, tata kelola perusahaan, integritas, dan keterbukaan informasi untuk memperkuat kepercayaan investor.
Sementara itu, BEI bersama OJK dan SRO lainnya menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November 2026. Mengusung tema "Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan", kegiatan tersebut menghadirkan seminar, talk show, serta pameran dengan 88 booth dan lebih dari 100 tenant. Jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 32.723.392 single investor identification (SID), termasuk 10.301.974 SID investor saham per 15 Oktober 2026.
(Rahmat Fiansyah)