“Sejak awal kami berkomitmen untuk tidak mengambil jalan pintas. Kami memilih jalan yang lebih sulit ketika itu adalah jalan yang benar dan membangun fondasi di atas integritas,” katanya.
Terkait profitabilitas, Erlangga juga menyampaikan pandangan filosofis mengenai peran uang dalam bisnis. “Kita tidak hadir hanya untuk mencari keuntungan, tetapi untuk menciptakan nilai. Ketika melihat USD1, kita adalah manusia. Saat melihat USD1 miliar atau USD1 triliun, kita harus tetap menjadi manusia,” ujarnya.
Dari sisi konsep, flagship store ini dirancang sebagai galeri hidup yang menawarkan pengalaman imersif bagi pengunjung. Desain ruang mengusung filosofi Zeitgeist atau semangat zaman, yang merefleksikan kebutuhan akan keaslian, kesejahteraan, dan estetika yang bersifat abadi.
LFLO juga menerapkan pendekatan demokrasi desain dalam kurasinya, dengan tujuan membuat kualitas desain kelas dunia dapat diakses dan dipahami oleh khalayak yang lebih luas. Gerai ini diharapkan menjadi ruang temu bagi arsitek, desainer, dan klien untuk bertukar gagasan.
(Rahmat Fiansyah)