AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Ini Dia Enseval (EPMT), 'Jagoan' Milik Kalbe Farma (KLBF) Saat Pandemi

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Rabu, 22 Juni 2022 17:02 WIB
Sektor kesehatan melesat tumbuh di kala pandemi. Enseval, salah satu anak usaha Kalbe Farma mencatatkan pertumbuhan pendapatan positif sepanjang tahun 2021.
Ini Dia Enseval (EPMT), 'Jagoan' Milik Kalbe Farma (KLBF) Saat Pandemi. (Foto: MNC Media)
Ini Dia Enseval (EPMT), 'Jagoan' Milik Kalbe Farma (KLBF) Saat Pandemi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Sektor kesehatan menjadi sektor yang tumbuh baik di tengah pandemi Covid-19 seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan produk kesehatan. Bergerak di bidang farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan pertumbuhan pendapatan positif di masa pandemi.

Tercatat, emiten farmasi ini memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp26,26 triliun sepanjang tahun 2021 atau tumbuh 13,62 secara tahunan (year on year/yoy). Sementara KLBF juga berhasil membukukan laba bersihnya sebesar Rp3,18 triliun di tahun yang sama.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan emiten ini ditopang oleh sektor distribusi dan logistik yang jumlahnya mencapai Rp9,75 triliun. Di samping itu, sektor lainnya juga menyumbang pendapatan bersih emiten ini, yakni nutrisi (Rp7,17 triliun), obat dan resep (Rp5,72 triliun), serta produk kesehatan (Rp3,62 triliun).

KLBF memiliki anak usaha yang bergerak di sektor distribusi produk kesehatan, yakni PT Enseval Putera Megatrading (EPMT). Emiten ini fokus pada jasa distribusi, logistik, serta penjualan produk obat-obatan dan layanan kesehatan.

Selain itu, Enseval juga memiliki jasa platform digital melalui pengembangan Mostrans. Informasi saja, emiten ini megembangkan platform digital guna meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan berbasis digital kepada pelaku usaha e-commerce produk kesehatan sejak 2016 lalu.

Kabar teranyar, KLBF mengalihkan aset platform digital produk farmasi dari EPMT ke PT Mostrans Global Trading pada 17 Januari 2022 lalu. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp2,35 miliar.

Anak usaha KLBF ini mencatatkan kinerja keuangan yang positif di masa pandemi sepanjang tahun 2021 lalu. Sebagaimana dilansir dari laporan keuangannya, pendapatan bersih emiten ini naik 13,88 persen secara tahunan menjadi Rp25,67 triliun.

Laba bersih emiten ini juga mampu membukukan laba bersihnya yang mencapai Rp847,88 miliar pada periode yang sama. Angka tersebut naik sebesar 24,57 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun di tahun 2020, laba bersih EPMT mencapai Rp680,60 miliar.

Pendapatan fantastis emiten ini di tahun 2021 sebagian besar disumbang oleh penjualan obat-obatan yakni mencapai Rp11,51 triliun. Sementara penjualan barang dan konsumsi berkontribusi sebesar Rp10,53 triliun terhadap pedapatan.

Menurut pemberitaan di berbagai media, EPMT terlibat dalam pendistribusian program vaksin gotong royong yang digadang oleh jaringan BUMN, PT Bio Farma (Persero) di tahun 2021.

Meski demikian, menurut manajemen, pendistribusian vaksin tersebut tidak berdampak signifikan bagi pendapatan emiten ini di tahun 2021. Sebab, bisnis tersebut merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap percepatan penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Adapun EPMT memiliki sarana distribusi rantai dingin berupa sarana kemasan, pergudangan, dan pengiriman berdasarkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CCODB). Sarana tersebut memungkinkan pendistribusian vasin dalam suhu 2 derajat hingga 8 derajat celcius.

Kasus Covid Menurun, Kinerja Keuangan Tetap Solid

EPMT tetap menorehkan kinerja keuangan yang solid di tengah melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Seiring turunnya kasus positif Covid-19 di tahun 2022, kebutuhan produk kesehatan turut menurun.

Akan tetapi, emiten ini masih dapat mencatatkan pertumbuhan positif baik dari segi pendapatan bersih maupun laba bersihnya.

Menurut laporan keuangan EPMT, pendapatan bersih emiten ini masih tumbuh sebesar 17,71 persen secara yoy pada triwulan pertama tahun ini. Adapun perolehan pendapatan bersih emiten ini mencapai Rp6,80 triliun. Sementara di periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan bersih EPMT hanya sebesar Rp5,78 triliun.

Emiten ini juga mampu mencetak laba bersih sebesar Rp263,38 miliar di Triwulan I-2022. Laba tersebut tumbuh sebesar 13,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Berbeda dengan emiten kesehatan lainnya yang menunjukkan performa saham negatif di tahun ini, EPTM masih mencatatkan pertumbuhan harga saham positif di secara year to date (YTD). Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja saham EPTM per Rabu (22/06) tumbuh sebesar 2,59 persen.

Sementara selama setahun terakhir, kinerja saham EPTM masih tumbuh positif sebesar 13,52 persen. (ADF)

Periset: Melati Kristina

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD