Konsumsi LNPRT meningkat dari 8,59% (yoy) pada triwulan III 2018 menjadi 10,79% (yoy) dipengaruhi peningkatan belanja konsumsi terkait persiapan penyelenggaraan pemilu 2019. Permintaan domestik yang kuat juga dipengaruhi investasi yang masih tinggi.
“Sementara itu, kinerja ekspor pada 2018 menurun seiring dengan pertumbuhan ekonomi global yang melandai,” katanya.
Sedangkan di sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi terutama didorong kinerja LU jasa-jasa di sektor tersier, antara lain LU Jasa Keuangan. Di sektor sekunder, LU Industri Pengolahan tumbuh 4,25% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 4,35% (yoy).
Bank Indonesia memandang positif pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2018. Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2018 yang tetap solid menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus terpelihara, di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai.
Ke depannya, Bank Sentral Indonesia ini senantiasa berkomitmen menjaga stabilitas makro ekonomi yang diyakini menjadi dasar dalam menopang kesinambungan pertumbuhan ekonomi.