"Yang sebelumnya dolar ini melemah disebabkan oleh spekulasi penurunan suku bunga, ternyata yang efeknya lebih kecil dibandingkan dengan percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump," kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Minggu (21/7/2024).
Sehingga, lanjut Ibrahim, di dalam taruhan di AS, Donald Trump akan memenangkan pilpres melawan Joe Biden. Ada prediksi peperangan di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina akan mereda jika Trump menang.
Sementara itu, pergerakan politik AS mendorong saham-saham di bursa Wall Street dan dunia bergejolak. Saham di AS menguat, namun di Asia rontok karena sentimen ekonomi China dan bukan karena pengangkatan Wakil Menteri di Indonesia.
"Ucapan dari Donald Trump akan melakukan perang dagang membuat Trump kemungkinan besar akan memenangkan pilpres di bulan November membuat harga saham di Asia berguguran dan berdampak dengan IHSG di Indonesia," kata Ibrahim.