"Sehingga pelemahan mata uang Rupiah tidak ada kaitannya dengan pengangkatan Wamen Keuangan, Wamen Pertanian dan lainnya yang hari Jumat kemarin dilantik oleh Presiden Jokowi," ujarnya.
Pada saat BI memutuskan untuk kembali menahan suku bunganya di level 6,25 persen pada Juli 2024, Rupiah terhadap dolar AS sempat mencapai posisi terkuat sejak 28 Mei 2024 pada Rabu (17/7/2024). Melansir dari Refinitiv, Rupiah ditutup menguat 0,49 persen di angka Rp16.095 per USD saat itu.
Meski nilai tukar bertahan di bawah Rp16.200, Rupiah di awal pekan depan masih diprediksi akan bergerak fluktuatif cenderung melemah di rentang Rp16.180-Rp16.240 per USD.
(YNA)