Meski demikian, investor juga menyoroti valuasi bank Singapura yang dinilai sudah berada pada level premium dibandingkan historisnya.
Dividen Tinggi Belum Cukup
Di Indonesia, tingginya dividend payout bank, khususnya bank BUMN, juga mulai dipertanyakan keberlanjutannya. Padahal, imbal hasil dividen telah menjadi salah satu alasan utama investor berinvestasi di saham perbankan Indonesia sejak tahun lalu.
Menurut CGSI, investor regional kini membutuhkan bukti pemulihan pertumbuhan laba bersih atau NPAT sebelum kembali meningkatkan keyakinan terhadap sektor perbankan Indonesia.
Perhatian investor dalam jangka pendek juga tertuju pada marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) dan prospek pertumbuhan kredit pada semester II-2026.
Meskipun kinerja perbankan pada semester I-2026 dinilai relatif baik, tekanan biaya dana atau funding cost masih menjadi perhatian. Investor juga mencermati perkembangan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah ke perbankan dan dampaknya terhadap biaya pendanaan.