Kemudian, terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), CGSI melihat relatif sedikit kekhawatiran struktural. Investor menilai BBNI telah mengambil pendekatan yang lebih konservatif pada semester I-2026, terutama dari sisi biaya operasional dan credit cost.
Potensi M&A di BFIN dan BDMN
Selain bank-bank besar, investor berbasis Singapura juga menunjukkan minat terhadap potensi aksi merger dan akuisisi (M&A) di sektor keuangan berkapitalisasi menengah.
Dua nama yang paling menarik perhatian adalah PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
BFIN mendapat sentimen positif berkat perbaikan kualitas aset serta hubungannya dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Sementara BDMN menarik perhatian karena potensi merger dengan MUFG Indonesia.
Meski investor regional masih cenderung underweight terhadap bank Indonesia, CGSI tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan.