Bahkan dalam skenario terburuk apabila Indonesia direklasifikasi menjadi pasar frontier, demikian kata DBS, Indonesia tetap akan menjadi pasar terbesar di kelompok tersebut, dengan ukuran hampir setengah dari total kapitalisasi seluruh pasar frontier global.
Salah satu bank terbesar di Indonesia juga tercatat masuk dalam jajaran 10 bank terbesar di Asia di luar Jepang berdasarkan kapitalisasi pasar.
Daya tariknya, menurut DBS, terletak pada valuasi yang masih murah, manfaat jangka panjang dari bonus demografi, serta posisinya sebagai penerima keuntungan dari fase “sweet spot” komoditas global.
Atas dasar tersebut, DBS mempertahankan rekomendasi overweight untuk saham Indonesia. Investor disarankan memanfaatkan koreksi harga untuk mengoleksi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar dengan valuasi yang lebih menarik.
Saat ini, rasio price to earnings (P/E) IHSG maupun LQ45 masih berada di bawah rata-rata historisnya.