Sementara untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) dan produk residensial komersial masing-masing sebesar Rp292,7 miliar dan Rp72,7 miliar.
Dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) yang totalnya mencapai Rp860 miliar, 48 persen investor domestik sedangkan 52 persen berasal dari investor asing (terutama dari Korea dan China).
Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektare kepada Perusahaan Korea di sektor Personal Care dan 4 hektare kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.
Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp2,51 triliun dari 142 hektare lahan di 2025, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2,14 triliun.
(DESI ANGRIANI)