"Namanya kita melakukan perbaikan, kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan ya. Ini namanya rebalancing index," kata dia.
Friderica mengakui agenda reformasi integritas pasar modal memang akan memberikan goncangan terhadap pasar saham. Namun, hal tersebut dinilai akan bersifat sementara.
Sebab, yang terjadi dari agenda reformasi tersebut adalah investor melakukan penyesuaian portofolionya.
"Reformasi integritas yang kita lakukan pasti ada dampaknya, dan kalaupun ada penyesuaian, itu jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain lah. Tapi insyaallah long term gain," ujarnya.
Di lain sisi, kata dia, OJK justru optimistis agenda reformasi integritas pasar modal akan menjadi batu pijakan yang membawa pasar modal Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebab, investor nantinya akan lebih kaya informasi sebelum mengambil keputusan investasinya.
Selain itu, Friderica menegaskan, investor global juga akan lebih percaya terhadap pasar modal Indonesia pasca agenda reformasi integritas dan transparansi pasar modal rampung dilakukan. Beberapa saham yang memang secara fundamental bagus akan menjadi daya tarik lebih untuk investor.