AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Bergerak Variatif

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 25 November 2021 10:52 WIB
Investor saat ini sedang mencermati langkah para produsen minyak yang berencana melepas cadangan minyak strategisnya.
Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Bergerak Variatif (FOTO: MNC Media)
Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Bergerak Variatif (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah bergerak variatif pada perdagangan pagi ini, Kamis (25/11/2021). Investor saat ini sedang mencermati langkah para produsen minyak yang berencana melepas cadangan minyak strategisnya.

Pasar juga masih menantikan pertemuan organisasi negara pengekspor minyak bumi dan sekutunya Rusia (OPEC+) yang dijadwalkan pada 2 Desember 2021.

Menilik pasar derivatif hingga pukul  10:26 WIB, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun -0,03% menjadi USD78,37 per barel, memperpanjang penurunan kemarin.

Minyak mentah berjangka Brent naik tipis 0,07% seharga USD82,32 per barel, setelah turun pada sesi sebelumnya.

"Rilis SPR (Cadangan Minyak Strategis) yang terkoordinasi antar-negara konsumen, mungkin akan menjadi kemenangan politik jangka pendek bagi pihak-pihak yang terlibat, namun kami tidak berharap itu memiliki dampak jangka panjang pada fundamental harga minyak mentah," kata Analis Fitch Jake Leiby dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Kamis (25/11/2021).

Data Biro Administrasi dan Informasi Energi AS pada Rabu (24/11) menunjukkan stok bahan bakar dan sulingan mengalami penurunan lebih dari ekspektasi pasar, bahkan ketika stok minyak mentah naik pun pasar masih membutuhkan lebih banyak minyak mentah.

"Permintaan masih tetap sehat, tentu menambah tekanan terhadap pasar," kata Ekonom Capital Economics Kieran Tompkins.

Saat ini, semua mata tertuju pada Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, Rusia (OPEC+), yang akan bertemu pada pekan depan untuk membahas permintaan dan pasokan minyak.

"Langkah berani dari para importir minyak telah membuka lebar pintu bagi OPEC+ untuk menyesuaikan kebijakan pasokannya yang akan dibahas pada (pertemuan) berikutnya 2 Desember 2021," kata analis Rystad Energy Louise Dickson.

Sebagai catatan, OPEC+ telah menambahkan pasokan 400.000 barel per hari setiap bulan untuk mengisi kekosongan produksi pada tahun lalu ketika pembatasan pandemi menghantam permintaan.

Menurut beberapa sumber kepada Reuters, OPEC+ tidak tidak akan membahas penghentian peningkatan produksi minyaknya pada pertemuan pekan depan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD