AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Harga Minyak Mentah Anjlok, Jepang Pertimbangkan Lepas Stok Strategis

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 22 November 2021 10:34 WIB
Harga minyak mentah dunia merosot, dimana minyak Brent turun ke harga USD78,38 per barel dan WTI USD75,55 per barel.
Harga Minyak Mentah Anjlok, Jepang Pertimbangkan Lepas Stok Strategis(Dok.MNC Media)
Harga Minyak Mentah Anjlok, Jepang Pertimbangkan Lepas Stok Strategis(Dok.MNC Media)

IDXChannel- Harga minyak mentah dunia jatuh ke posisi terendahnya sejak tujuh pekan terakhir pada perdagangan Senin pagi (22/11/2021).

Penurunan ini memperpanjang sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran meningkatnya persediaan setelah Jepang mempertimbangkan bakal melepas cadangan strategis mereka berkat dorongan Amerika Serikat.

Lebih jauh, naiknya permintaan di Eropa yang sedang dilanda krisis Covid-19 juga membebani pasar.

Hingga pukul 09:55 WIB, minyak mentah kontrak berjangka jenis Brent turun -0,11% di harga USD78,38 per barel, dan minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) anjlok -0,51% seharga USD75,55 per barel.

Harga WTI dan Brent tercatat telah mencapai level terendah sejak 1 Oktober 2021 pada awal sesi pagi ini, setelah sempat merosot sekitar 3% pada hari Jumat (19/11).

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada hari Sabtu (20/11) mengisyaratkan siap untuk mengatasi kenaikan harga minyak, menyusul permintaan dari Amerika Serikat untuk melepaskan minyak dari cadangan strategisnya.

Namun, regulasi di Jepang hanya mengizinkan penggunaan cadangan apabila ada kendala pasokan atau bencana alam.

"Kami mempertimbangkan secara legal bahwa Jepang akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang terkait," kata Perdana Menteri Kishida kepada wartawan, dilansir Reuters, Senin (22/11).

Diplomasi Gedung Putih tak henti-hentinya untuk mendorong negara-negara maju melepas cadangannya. Hal ini terjadi mengingat harga bahan bakar di Amerika Serikat sedang melambung tinggi. Tentu, intervensi cadangan strategis terhadap negara lain, menjadi mungkin dilakukan Presiden Joe Biden.

Pada Jumat (19/11), Gedung Putih melayangkan penegasan terhadap kelompok produsen OPEC untuk mempertahankan persediaan global yang memadai. Ini terjadi beberapa hari setelah diskusi AS dengan beberapa negara ekonomi terbesar dunia mengenai potensi pelepasan minyak dari cadangan strategis untuk menstabilkan harganya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD