sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

J.P. Morgan Naikkan Rekomendasi BBRI Jadi Overweight, Target Harga Rp3.400

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
21/07/2026 17:17 WIB
J.P. Morgan menaikkan rekomendasi saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dari Underweight menjadi Overweight dengan target harga baru.
J.P. Morgan Naikkan Rekomendasi BBRI Jadi Overweight, Target Harga Rp3.400. (Foto: Ilustrasi)
J.P. Morgan Naikkan Rekomendasi BBRI Jadi Overweight, Target Harga Rp3.400. (Foto: Ilustrasi)

Perubahan tugas petugas kredit yang lebih fokus pada pengelolaan pinjaman berjalan dan kredit bermasalah juga dinilai meningkatkan efektivitas pengawasan kualitas aset. 

Pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM), BRI juga menerapkan kebijakan pembatasan fasilitas pinjaman maksimal 75 persen dari excess cash flow di samping persyaratan agunan, yang dinilai mampu memperbaiki kualitas kredit. Sementara pelemahan kredit konsumer, terutama kredit pemilikan rumah (KPR), dinilai belum cukup besar untuk mengganggu perbaikan kualitas aset secara keseluruhan. 

Meski demikian, J.P. Morgan masih melihat adanya tekanan terhadap Net Interest Margin (NIM). Margin bunga bersih BBRI diperkirakan menyusut sekitar 26 basis poin secara tahunan pada 2026, dengan penurunan sekitar 34 basis poin pada kuartal II dan 31 basis poin pada kuartal III. Tekanan tersebut berasal dari kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF) dan penurunan imbal hasil pinjaman PNM mulai kuartal III. 

Tekanan biaya dana dipicu oleh ketatnya likuiditas perbankan, termasuk rasio loan to deposit ratio (LDR) rupiah yang disesuaikan mencapai 111 persen, imbal hasil SRBI tenor 12 bulan sebesar 7,67 persen, jauh di atas suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5,75 persen. Selain itu, pergerakan dana pemerintah pada bank-bank BUMN turut memengaruhi biaya pendanaan. 

J.P. Morgan memperkirakan dampak penyesuaian bunga pinjaman PNM dari 22 persen menjadi 18 persen dengan asumsi subsidi pemerintah sebesar 10 persen (flat rate) akan mengurangi NIM sekitar 6 basis poin pada 2026 dan 8 basis poin pada 2027. Apabila subsidi lebih rendah dari asumsi tersebut, risiko terhadap margin bunga bersih diperkirakan meningkat. 

Secara fundamental, J.P. Morgan memproyeksikan laba bersih BBRI mencapai Rp54,72 triliun pada 2026, meningkat menjadi Rp58,35 triliun pada 2027, dan Rp63,98 triliun pada 2028. Penyaluran kredit diperkirakan tumbuh dari Rp1.551,56 triliun pada 2026 menjadi Rp1.687,65 triliun pada 2027 dan Rp1.837,94 triliun pada 2028, sementara dana pihak ketiga diproyeksikan naik menjadi Rp1.585,54 triliun, Rp1.714,30 triliun, dan Rp1.853,99 triliun pada periode yang sama. 

Untuk rasio profitabilitas, J.P. Morgan memperkirakan ROE BBRI berada di level 16,8 persen pada 2026, meningkat menjadi 17,7 persen pada 2027 dan 18,9 persen pada 2028. Sementara itu, rasio NPL diproyeksikan stabil di kisaran 3,1 persen selama periode tersebut. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement