Meski menaikkan rekomendasi, J.P. Morgan tetap mengingatkan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek BBRI, antara lain kenaikan kredit bermasalah pada segmen mikro, UKM, dan konsumer, kondisi likuiditas yang semakin ketat sehingga meningkatkan biaya dana dan memperlambat pertumbuhan kredit, pelemahan NIM akibat penurunan imbal hasil aset, serta peningkatan porsi kredit nonmikro.
Sebaliknya, perbaikan kualitas kredit yang lebih baik dari perkiraan, kemampuan mempertahankan NIM, dan membaiknya kinerja kredit KUR melalui berbagai program pemerintah menjadi faktor yang berpotensi mendorong kinerja saham BBRI lebih lanjut.
(Shifa Nurhaliza Putri)