Berbeda dengan saham lainnya, ESSA menjadi satu-satunya emiten yang masih membukukan kinerja positif sepanjang tahun berjalan.
Saham ESSA yang diperdagangkan di level Rp670 per saham tercatat naik 14 persen secara YtD, sementara rata-rata kenaikannya pada Juni dalam 15 tahun terakhir mencapai 2,42 persen.
Meski demikian, pelaku pasar perlu mencermati bahwa pola musiman tidak selalu berujung pada penguatan harga saham.
Kinerja negatif mayoritas saham tersebut sejak awal tahun menunjukkan sentimen pasar saat ini jauh lebih dipengaruhi faktor transparansi pasar, fundamental, hingga kondisi makro dibanding pola historis semata.
Sebagai catatan, tekanan terhadap saham-saham LQ45 sepanjang tahun ini sejalan dengan koreksi IHSG yang telah mencapai sekitar 28,20 persen.