Pada 2028, laba inti sektor diproyeksikan tumbuh sekitar 6 persen, didukung penurunan biaya pupuk dan stabilnya volume produksi.
Secara keseluruhan, Indo Premier kini memperkirakan pertumbuhan laba sektor sawit mencapai CAGR 7 persen pada periode 2025-2028, jauh membaik dibandingkan proyeksi sebelumnya yang masih negatif.
Dengan prospek harga yang lebih kuat, Indo Premier meningkatkan rekomendasi sektor sawit menjadi overweight dari sebelumnya netral.
Valuasi sektor saat ini dinilai masih menarik dengan kisaran 7 kali price to earnings (P/E) 2026 dan 0,5 kali PEG (rasio price earnings terhadap pertumbuhan laba) 2026, sehingga membuka ruang re-rating.
Indo Premier juga menaikkan rekomendasi sejumlah saham, yakni TAPG dan LSIP menjadi beli (buy), sementara AALI tetap hold karena potensi penurunan laba pada 2026 akibat tingginya pembelian eksternal.