"Sinergi dengan produsen besar di Semarang ini adalah strategi kami dalam menjamin ketersediaan pasokan yang stabil, efisien, dan berkualitas tinggi," ujar Nanang.
Nanang menjelaskan bahwa langkah penyerapan komoditas dari hulu ini dinilai sangat tepat sasaran, mengingat Jawa Tengah merupakan lumbung telur nasional terbesar kedua dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta hingga 1,5 juta ton per tahun.
Kawasan Semarang dan sekitarnya, seperti Ungaran, Salatiga, dan Kendal, selama ini telah dikenal sebagai episentrum peternakan skala besar yang menopang ketahanan pangan nasional dengan total produksi telur ayam petelur di tingkat domestik menembus 5,5 juta hingga enam juta ton per tahun.
Merespons kolaborasi besar ini, Heru Santoso selaku pemilik peternakan telur lokal dengan kapasitas produksi masif yang mencapai belasan ton setiap harinya, menyambut baik langkah kerja sama strategis bersama BAIK yang baru saja disepakati.
"Tentu (kerja sama) ini akan membawa keuntungan bagi kedua pihak. Dari kami, dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa menstabilkan harga telur, dengan adanya kepastian (pembeli) bagi para peternak lokal," ujar Heru, dalam kesempatan yang sama.