Melalui integrasi hulu-hilir ini, BAIK mengeklaim tidak hanya berhasil mengamankan pasokan telur segar, melainkan juga membidik potensi downstream processing (hilirisasi) produk turunan bernilai tambah tinggi, seperti liquid egg (telur cair) dan powder egg (telur bubuk).
Langkah hilirisasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak nilai tambah produk hingga tiga sampai lima kali lipat dibanding sekadar menjual telur mentah, berkat umur simpan (shelf life) yang lebih panjang dan distribusi logistik yang jauh lebih praktis.
Pasokan telur olahan ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk mendukung ekosistem internal Perseroan, mulai dari pemenuhan bahan baku brand kuliner berbasis telur, seperti Dadar Beredar, penguatan pasokan bagi lebih dari 1000 mitra binaan UMKM, ketersediaan menu pada rencana jaringan tenant di halte komuter TransJakarta, hingga penciptaan produk retail snack inovatif yang dipasarkan melalui platform e-commerce.
"Komitmen kami dalam mendorong hilirisasi pangan ini berjalan selaras dengan program strategis pemerintah untuk meningkatkan skala ekonomi komoditas lokal," ujar Nanang.
Melalui efisiensi rantai pasok yang terintegrasi secara digital dari peternakan hingga ke meja konsumen, Nanang optimistis bahwa pihaknya bakal mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang berkelanjutan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang masif di sektor industri makanan nasional.
(taufan sukma)