IDXChannel - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terus berupaya memaksimalkan pengembangan bisnis melalui sejumlah pendekatan. Misalnya dengan menggandeng beragam restoran ternama milik public figure nasional hingga menjajaki peluang penjualan ritel di jaringan halte Transjakarta.
Terbaru, BAIK juga baru saja resmi menjalin kerja sama dengan salah satu produsen utama komoditas telur yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, guna mengakselerasi hilirisasi sektor pangan berbasis protein.
"Kemitraan strategis ini merupakan pilar penting dalam mengunci stabilitas pasokan bahan baku di tengah tingginya permintaan pasar domestik," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026).
Menurut Nanang, pihaknya sengaja bergerak cepat dalam mengejar hilirisasi komoditas telur guna menopang kebutuhan jaringan hotel, restoran dan cafe (HORECA) yang menjadi bisnis utama Perseroan.
Selain itu, para mitra Perseroan dari kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga portofolio lini bisnis ritel juga membutuhkan ketersediaan pasokan yang memadai agar rantai bisnis terus dapat berjalan dengan baik.
"Sinergi dengan produsen besar di Semarang ini adalah strategi kami dalam menjamin ketersediaan pasokan yang stabil, efisien, dan berkualitas tinggi," ujar Nanang.
Nanang menjelaskan bahwa langkah penyerapan komoditas dari hulu ini dinilai sangat tepat sasaran, mengingat Jawa Tengah merupakan lumbung telur nasional terbesar kedua dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta hingga 1,5 juta ton per tahun.
Kawasan Semarang dan sekitarnya, seperti Ungaran, Salatiga, dan Kendal, selama ini telah dikenal sebagai episentrum peternakan skala besar yang menopang ketahanan pangan nasional dengan total produksi telur ayam petelur di tingkat domestik menembus 5,5 juta hingga enam juta ton per tahun.
Merespons kolaborasi besar ini, Heru Santoso selaku pemilik peternakan telur lokal dengan kapasitas produksi masif yang mencapai belasan ton setiap harinya, menyambut baik langkah kerja sama strategis bersama BAIK yang baru saja disepakati.
"Tentu (kerja sama) ini akan membawa keuntungan bagi kedua pihak. Dari kami, dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa menstabilkan harga telur, dengan adanya kepastian (pembeli) bagi para peternak lokal," ujar Heru, dalam kesempatan yang sama.
Melalui integrasi hulu-hilir ini, BAIK mengeklaim tidak hanya berhasil mengamankan pasokan telur segar, melainkan juga membidik potensi downstream processing (hilirisasi) produk turunan bernilai tambah tinggi, seperti liquid egg (telur cair) dan powder egg (telur bubuk).
Langkah hilirisasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak nilai tambah produk hingga tiga sampai lima kali lipat dibanding sekadar menjual telur mentah, berkat umur simpan (shelf life) yang lebih panjang dan distribusi logistik yang jauh lebih praktis.
Pasokan telur olahan ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk mendukung ekosistem internal Perseroan, mulai dari pemenuhan bahan baku brand kuliner berbasis telur, seperti Dadar Beredar, penguatan pasokan bagi lebih dari 1000 mitra binaan UMKM, ketersediaan menu pada rencana jaringan tenant di halte komuter TransJakarta, hingga penciptaan produk retail snack inovatif yang dipasarkan melalui platform e-commerce.
"Komitmen kami dalam mendorong hilirisasi pangan ini berjalan selaras dengan program strategis pemerintah untuk meningkatkan skala ekonomi komoditas lokal," ujar Nanang.
Melalui efisiensi rantai pasok yang terintegrasi secara digital dari peternakan hingga ke meja konsumen, Nanang optimistis bahwa pihaknya bakal mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang berkelanjutan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang masif di sektor industri makanan nasional.
(taufan sukma)