Namun berbeda dengan emiten lainnya, saham pengelola jaringan Alfamart tersebut tidak sepenuhnya keluar dari keluarga indeks MSCI karena ditambahkan ke MSCI Indonesia Small Cap Index, sehingga statusnya lebih tepat disebut turun kelas dari indeks standard ke indeks saham berkapitalisasi kecil.
Namun, keluarnya saham-saham tersebut dari indeks acuan global itu tidak langsung memicu tekanan jual di pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.35 WIB, saham DSSA yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas menjadi penguat terbesar dengan melonjak hingga auto rejection atas (ARA) 25 persen ke level Rp615 per unit.
Kenaikan serupa juga dicatatkan oleh saham CUAN milik Grup Barito. Saham CUAN melesat 25 persen ke harga Rp785, sekaligus menyentuh ARA.
Penguatan juga terjadi pada saham-saham lain yang terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu. Saham BREN melonjak 24,85 persen ke level Rp4.120.