Secara historis, emas biasanya menguat saat perang, seperti pada invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Namun konflik Iran kali ini menghasilkan dinamika berbeda karena lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi dan suku bunga tinggi, sehingga faktor makroekonomi lebih dominan dibanding peran emas sebagai aset safe haven. (Aldo Fernando)