CGSI menilai valuasi saham dalam cakupan risetnya masih berpeluang mengalami re-rating. Saat ini, saham-saham tersebut diperdagangkan pada valuasi price-to-earnings (P/E) 2026 sebesar 8,1 kali.
Valuasi itu dinilai berpotensi meningkat menjadi 9,5 kali apabila rencana perbaikan kebijakan fiskal dapat dijalankan dengan baik, meski masih di bawah sekitar 11 kali pada awal Januari 2026.
Selain itu, kepemilikan saham investor asing secara nominal telah kembali ke level pandemi 2020.
Sementara dari sisi pangsa pasar, kepemilikan investor asing turun ke level terendah sejak 2009.
CGSI menilai stabilitas rupiah berpotensi membaik seiring langkah Bank Indonesia (BI) yang lebih proaktif dan upaya pemerintah menurunkan defisit fiskal.