Selain itu, pembaruan status Indonesia oleh FTSE Russell pada September 2026 dan MSCI pada akhir Oktober 2026 diperkirakan menjadi perhatian pelaku pasar.
Menurut CGSI, hasil evaluasi kedua penyedia indeks global tersebut masih sulit diprediksi dan berpotensi menjadi sentimen bagi pasar pada periode tersebut.
Di tengah kondisi tersebut, CGSI tetap mempertahankan target IHSG 2026 di level 7.000 atau mencerminkan potensi kenaikan sekitar 12 persen.
Saham pilihan utama mereka meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Timah Tbk (TINS).
Kemudian, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.