Dengan proyeksi tersebut, komposisi pendapatan KETR pada 2026 diperkirakan masih didominasi segmen developer dengan kontribusi sekitar 73,8 persen terhadap total target pendapatan. Sisanya berasal dari managed service sebesar 20,9 persen dan contractor sebesar 5,3 persen.
Secara historis, kinerja pendapatan perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pendapatan KETR meningkat dari Rp556 miliar pada 2024 menjadi Rp750 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 34,9 persen secara tahunan.
"Target revenue 2026 sebesar Rp1,01 triliun atau meningkat 35 persen (year-on-year)," demikian disampaikan manajemen KETR dalam materi Public Expose 2026.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, perseroan tengah menjalankan sejumlah agenda bisnis strategis. Salah satunya adalah komersialisasi kapal penggelar kabel milik sendiri, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari. Kapal tersebut sebelumnya telah digunakan dalam proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 dan akan mendukung sejumlah proyek lainnya, termasuk pekerjaan PLIB SKKL Rising 8 serta penggelaran SKKL Merindo.
Selain itu, CLV Bentang Bahari juga diproyeksikan menggarap proyek penggelaran SKKL di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera, hingga Sulawesi dan Indonesia Timur, termasuk pekerjaan restorasi kabel.