Menurut Arfan, pertumbuhan pasar modal pada 2025 diharapkan dapat menjadi momentum terobosan bagi industri pengelolaan investasi ke depan. Memasuki 2026, KIM Indonesia bersama Korea Investment Management Korea memandang prospek pertumbuhan industri real estate Indonesia secara positif, meskipun dengan komposisi pertumbuhan yang berbeda.
"Prospek pertumbuhan industri real estate Indonesia secara sangat positif. Namun demikian, kami menilai bahwa pertumbuhan terbesar kemungkinan akan didominasi oleh instrumen real estate berbasis pendapatan tetap (fixed income) atau pasar uang," tutur dia.
Sementara itu, untuk produk investasi berbasis saham dan balanced fund, Arfan menilai tetap memiliki peluang untuk tumbuh. Namun, laju pertumbuhannya diperkirakan tidak akan setinggi instrumen fixed income maupun pasar uang.
(kunthi fahmar sandy)