Selain itu, efisiensi operasional juga berkontribusi terhadap kinerja keuangan perseroan.
Sepanjang 2025, BBCA mencatatkan beban operasional sebesar Rp14,3 triliun, turun 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan beban tersebut turut mendukung peningkatan laba usaha bank.
Memasuki 2026, sektor perbankan Indonesia dinilai menghadapi sejumlah tantangan. BRIDanareksa Sekuritas memberikan rekomendasi netral terhadap sektor tersebut, dengan menilai bahwa kualitas aset masih menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati.
Meski demikian, BRIDanareksa Sekuritas tetap menempatkan BBCA sebagai saham pilihan di sektor perbankan. BRIDanareksa menilai BBCA relatif mampu menjaga kualitas asetnya di tengah kondisi industri yang menantang.
“BBCA secara umum mempertahankan tingkat NPL yang paling rendah dan paling stabil, yang mencerminkan penerapan kebijakan penyaluran kredit yang konservatif serta pengendalian risiko yang kuat, bahkan pada periode tekanan atau kondisi ekonomi yang menantang,” tulis analis BRIDanareksa Sekuritas Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam laporan risetnya.