AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

Kinerja Moncer Bikin BJB Syariah Optimistis Menatap IPO

MARKET NEWS
Taufan Sukma/IDX Channel
Kamis, 31 Maret 2022 16:24 WIB
PT Bank BJB Syariah berhasil menunjukkan kinerja yang solid selama tahun 2021.
Kinerja Moncer Bikin BJB Syariah Optimistis Menatap IPO (foto: MNC Media)
Kinerja Moncer Bikin BJB Syariah Optimistis Menatap IPO (foto: MNC Media)

IDXChannel - Di tengah upaya dunia usaha dan perekonomian nasional untuk pulih dari tekanan pandemi COVID-19, PT Bank BJB Syariah berhasil menunjukkan kinerja yang solid selama tahun 2021. Tak tanggung-tanggung, pertumbuhan kinerja bank umum syariah terkemuka di Jawa Barat sukses melampaui rata-rata pertumbuhan kinerja industri perbankan syariah, baik dari sisi profitabilitas, pembiayaan, dan dana pihak ketika (DPK).

Dalam laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan, anak usaha dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB) ini tercatat meraih laba bersih sebelum pajak sebesar Rp86,7 miliar dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp21,9 miliar untuk kinerja keuangan yang berakhir Desember 2021. Raihan laba bersih ini meningkat 494 persen dibandingkan dengan kinerja keuangan tahun sebelumnya. Pencapaian ini melampaui rata-rata industri perbankan syariah yang mencatat pertumbuhan laba 16,9 persen selama 2021.

Melesatnya profitabilitas BJB Syariah didorong oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp6,43 triliun pada akhir 2021, tumbuh 11,33% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,77 triliun. Pada periode yang sama industri perbankan syariah mencatatkan rata-rata pertumbuhan pembiayaan sebesar 6,83 persen. “BJB Syariah berkomitmen mendukung percepatan kebangkitan ekonomi yang sempat terpuruk akibat Pandemi COVID-19. Oleh karena itu kami cukup ekspansif dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif,” kata Direktur Utama BJB Syariah Indra Falatehan, Kamis (31/3/2022).

Pembiayaan BJB Syariah di sektor produktif tumbuh sebesar 14 persen pada 2021, melalui pembiayaan modal kerja dan investasi. Sementara itu pembiayaan sektor konsumsi tumbuh secara terukur dengan risiko yang terjaga. Dalam menyalurkan pembiayaan, Indra menjelaskan, pihaknya selalu mengingat posisi strategis perseroan sebagai agen pembangunan di daerah, sekaligus menjalankan peran sentral dalam menggerakkan ekonomi umat. “Bagi kami, dua tugas utama ini merupakan peluang sekaligus panggilan. Bersama induk (Bank BJB), kami harus menjadi motor pembangunan di Jawa Barat dan di saat yang terus meningkatkan partisipasi dalam memajukan serta memberdayakan ekonomi ummat,” katanya.  

Akselerasi penyaluran pembiayaan berdampak positif pada pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp463,16 miliar, meningkat 29,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mendorong net Imbalan perseroan juga meningkat dari 5,14 persen pada 2020 menjadi 5,61 persen pada 2021. “Meski ekspansif dalam menyalurkan pembiayaan, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah (net performing financing/NPF) gross yang turun dari 5,28 persen menjadi 3,42 persen,” kata Indra.

Pada saat yang sama, perseroan berhasil menekan biaya dana yang tercatat Rp257,5 miliar pada 2021, turun 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menariknya, penurunan biaya dana ini terjadi ketika DPK tumbuh sebesar 18,6 persen menjadi Rp7,88 triliun pada 2021 dibandingkan dengan Rp6,64 triliun pada 2020. Pertumbuhan DPK BJB Syariah kembali melampaui industri perbankan syariah yang tercatat tumbuh 15,3 persen selama 2021.

Penurunan biaya dana dipengaruhi oleh faktor peningkatan dana murah (current account saving account/CASA) yang tumbuh pesat selama 2021. Porsi CASA terhadap total DPK meningkat, dari 28,1 persen pada 2020 menjadi 34,9 persen pada 2021. Sebaliknya porsi deposito terhadap DPK menyusut dari 71,9 persen menjadi 65,1 persen.

“Kenaikan DPK setidaknya menunjukkan dua hal. Pertama, tingkat kepercayaan publik yang semakin baik sehingga semakin banyak nasabah yang mengamanahkan dananya untuk dikelola BJBS. Kedua, likuiditas kami sangat mencukupi untuk menopang rencana bisnis kami ke depan,” ujar Indra.

Pada akhir 2021, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp 10,36 triliun, meningkat 16,6 persen, dibandingkan dengan 2020 yang tercatat Rp8,88 triliun. Rasio intermediasi atau financing to deposits ratio (FDR) BJB Syariah pada akhir 2021 tercatat 81,55 persen dan capital adequacy ratio (CAR) tercatat 23,47 persen. “Dengan kinerja positif selama 2021, kami optimistis menyambut tahun-tahun mendatang. Kami kembali masuk ke jalur cepat dalam pertumbuhan bisnis dan profitabilitas,” ujar Indra Falatehan. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD