Capaian tersebut meningkat 18,1 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya, yang masih sebesar Rp572,8 miliar.
Sementara, laba usaha tercatat sebesar Rp87,98 miliar dan laba periode berjalan sebesar Rp61,95 miliar.
Bagi Alfred, yang menarik dari catatan kinerja MINE bukan hanya soal pertumbuhan pendapatan, melainkan kualitas pertumbuhan tersebut, yang tercermin dari kemampuan Perseroan menghasilkan kas dan memperbaiki struktur modal.
Salah satu indikatornya terlihat dari posisi kas dan setara kas yang meningkat menjadi Rp346,07 miliar pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp169,32 miliar pada akhir 2025.
Kenaikan ini memperkuat fleksibilitas keuangan Perseroan dalam mendukung kebutuhan operasional maupun pengelolaan kewajiban.