“Kinerja semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya kami memperkuat fundamental bisnis. Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik pada penjualan maupun laba, didukung oleh pertumbuhan volume yang kuat, yang mencerminkan semakin baiknya eksekusi di pasar,” ujar Benjie dalam keterangan resminya.
Menurut perseroan, pemulihan bisnis didukung oleh implementasi tiga pilar strategi utama, yakni kategori produk, saluran penjualan, dan efisiensi biaya.
Pada sisi kategori, Unilever memperkuat daya saing melalui inovasi produk, strategi pemasaran berbasis digital, serta kolaborasi dengan kreator dan mitra yang relevan bagi konsumen. Hasilnya, 18 dari 24 merek yang dimiliki perseroan mencatatkan pertumbuhan pada Semester I-2026.
Selain itu, bisnis inti yang sebelumnya mengalami tekanan kini kembali bertumbuh, sementara segmen dengan pertumbuhan tinggi masih mencatatkan kenaikan dua digit.
Dari sisi saluran penjualan, pertumbuhan ditopang oleh seluruh kanal utama. Di segmen General Trade, peningkatan didorong oleh perluasan distribusi melalui agenda More Stores dan Better Stores. Sementara Modern Trade mencatatkan peningkatan berkat penguatan eksekusi dan aktivasi kategori.