AALI
9625
ABBA
214
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7500
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2050
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.46
-0.74%
-4.00
IHSG
6977.93
-0.54%
-38.12
LQ45
1003.68
-0.7%
-7.05
HSI
22437.59
0.94%
+208.07
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Lima Bulan, Pasar Modal Nasional Sukses Himpun Rp100 Triliun dari Penawaran Umum

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 26 Mei 2022 08:49 WIB
dalam pipeline BEI tercatat sedikitnya 105 emiten yang tengah bersiap melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran mencapai Rp68,67 triliun.
Lima Bulan, Pasar Modal Nasional Sukses Himpun Rp100 Triliun dari Penawaran Umum (foto: MNC Media)
Lima Bulan, Pasar Modal Nasional Sukses Himpun Rp100 Triliun dari Penawaran Umum (foto: MNC Media)

IDXChannel - Geliat perekonomian nasional yang semakin massif membuktikan bahwa upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang gencar dilakukan oleh pemerintah mulai membuahkan hasil. Seperti halnya yang terjadi di industri jasa keuangan yang menunjukkan tren kinerja yang kembali menjanjikan di tengah kepungan ketidakpastian perekonomian global.

Sektor pasar modal nasional, misalnya, secara konsisten mampu menjalankan fungsi intermediasinya terhadap pelaku dunia usaha yang membutuhkan pasokan pembiayaan lewat sejumlah aktivitas penawaran umum. Berdasarkan data Otoritas Jasa keuangan (OJK), hingga 24 Mei 2022 lalu tercatat jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten mencapai 79, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp100,1 triliun.

Dari total jumlah penawaran umum tersebut, 23 diantaranya dilakukan oleh emiten baru. Hal ini menunjukkan bahwa ruang pemanfaatan industri pasar modal nasional yang semakin luas, dengan berhasil merangkul emiten-emiten baru untuk dapat memanfaatkan pendanaan dari pasar modal untuk memperkuat pengembangan bisnisnya.

Hingga saat ini saja, dalam pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sedikitnya 105 emiten yang tengah bersiap melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran mencapai Rp68,67 triliun.

"Peningkatan kinerja intermediasi tersebut terjadi di tengah perekonomian global yang masih menghadapi tekanan inflasi yang persisten tinggi dan telah mendorong pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh mayoritas bank sentral dunia," ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, dalam keterangan resminya, Kamis (26/5/2022).

Konflik Rusia-Ukraina serta terganggunya global supply chain akibat lockdown di China, juga terus mendorong kenaikan harga komoditas terutama energi dan pangan. Kenaikan inflasi yang diikuti oleh pengetatan kebijakan moneter global telah meningkatkan potensi terjadinya hard landing, sehingga meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global dan terjadinya outflow dari pasar keuangan negara-negara emerging market.

Namun demikian, kinerja perekonomian domestik masih terjaga terlihat dari rilis PDB triwulan I-2022 yang terpantau sebesar 5,01% (yoy), diikuti dengan peningkatan kinerja mayoritas perusahaan publik di periode yang sama.

OJK juga mengatakan, indikator ekonomi high frequency juga terpantau masih positif, mengindikasikan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga telah menaikkan anggaran subsidi energi menjadi Rp 443,6 triliun, terbesar sepanjang sejarah. Namun demikian, perlu dicermati tren kenaikan inflasi domestik dan dampak pelarangan ekspor CPO terhadap kinerja neraca perdagangan pada Mei 2022.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik secara umum bergerak volatil, sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global seiring aksi risk off investor. Hingga 20 Mei 2022, IHSG tercatat melemah 4,3 persen (month to date/mtd), atau sejak awal tahun ke level 6.918. Kondisi ini menurut OJK sejalan dengan aliran dana nonresiden (investor asing) yang tercatat outflow sebesar Rp 9,23 triliun (mtd). (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD