AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Lima Saham Paling Cuan di IDX Value30, Indeks Idola Investor Pengejar ‘Nilai’

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Jum'at, 05 Agustus 2022 12:46 WIB
Di indeks investor pencari ‘nilai’ ini, ada 5 saham dengan kinerja cemerlang sepanjang tahun ini.
Lima Saham Paling Cuan di IDX Value30, Indeks Idola Investor Pengejar ‘Nilai’. (Foto: MNC Media)
Lima Saham Paling Cuan di IDX Value30, Indeks Idola Investor Pengejar ‘Nilai’. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Investor di pasar modal seringkali mencari saham-saham emiten dengan fundamental ciamik dibarengi oleh valuasi yang masih terbilang murah, salah satunya lewat indeks IDX Value30. Di indeks investor pencari ‘nilai’ (value) ini, ada 5 saham dengan kinerja cemerlang sepanjang tahun ini.

Dari kelima saham tersebut, mayoritas di antaranya berasal dari sektor energi, terutama tambang batu bara.

Sektor energi RI memang diuntungkan oleh melonjaknya harga komoditas global tahun ini seiring peningkatan ekonomi pasca-pagebluk Covid-19, macetnya rantai pasok serta perang di Ukraina.

Harga batu bara, misalnya, sudah terbang 150 persen, minyak mentah 30-an persen, serta gas alam 95 persen selama setahun terakhir.

Berikut tabel kinerja lima saham paling ‘cuan’ di IDX Value 30.

Saham emiten perkapalan SMDR menjadi yang paling tokcer di antara yang lainnya dengan kenaikan 194,47% ke Rp2.930/saham secara year to date (YtD) atawa sejak Januari 2022 sampai Jumat (5/8).

Kinerja fundamental SMDR pun positif.

SMDR dan entitas anak mencetak laba bersih senilai USD115,76 juta di semester I/2022. Nilai tersebut setara Rp1,72 triliun (kurs Jisdor BI pada akhir tanggal pelaporan 30 Juni 2022, Rp14.882).

Realisasi laba emiten jasa pelayaran tersebut melambung 389,80 persen dibandingkan paruh pertama tahun lalu senilai USD23,63 juta.

Peningkatan laba dipicu kenaikan pendapatan jasa perseroan sebesar 101,09 persen menjadi USD551,15 juta atau setara Rp8,20 triliun, dibandingkan enam bulan pertama tahun 2021 sebesar USD274,08 juta.

Valuasi price-earnings ratio (PER), yang membandingkan harga saham dengan laba per saham perusahaan, SMDR sebesar 2,78 kali. Angka tersebut jauh di bawah rule-of-thumb 10-12 kali.

PER SMDR juga terbilang murah tinimbang rerata industri 8,86 kali.

Sementara, rasio price-book value (PBV) atawa rasio perbandingan harga terhadap nilai buku per saham SMDR 1,76 kali. Valuasi SMDR lebih murah dibandingkan rerata PBV industri 2,33 kali.

Sebagai informasi, rasio PER dan PBV yang lebih kecil menandakan valuasi suatu saham yang lebih murah (undervalued) dibandingkan industri dan kompetitor.

Selain SMDR, saham emiten migas grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terbang 166,67% ytd.

Saham ENRG punya PER 11,32 kali, di atas rerata industri 6,77 kali, tetapi masih di kisaran rule of thumb.

Adapun, rasio PBV ENRG 0,88 kali, lebih kecil dari rerata industri 2,48 kali.

Tidak ketinggalan, ada tiga saham tambang batu bara yang masuk daftar di atas, yakni ITMG, INDY, dan PTBA.

Kenaikan ketiga saham tersebut masing-masing 94,36%, 76,70%, dan 50,18% sejak awal tahun.

Hal tersebut tercermin dari rapor keuangan emiten-emiten tersebut.

ITMG dan entitas anak, misalnya, membukukan laba bersih mencapai USD213,27 juta pada kuartal I-2022. Capaian ini meningkat 406,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Perseroan juga mencatat pendapatan bersih sebesar USD639,93 juta pada kuartal pertama 2022. Realisasi tersebut meningkat 125,13 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar USD284,24 juta.

Teranyar, INDY melaporkan kenaikan laba bersih 1571,23% secara tahunan (yoy) menjadi USD200,65  juta per semester I 2022.

Hal tersebut terjadi seiring pendapatan perusahan meningkat menjadi USD1,93 miliar atawa sebesar 66,49% yoy.

Secara valuasi, ketiga saham tersebut secara umum lebih murah tinimbang rerata industri. PER industri 6,77 kali, sedangkan PBV 2,48 kali.

Adapun, PER ITMG, INDY, dan PTBA secara berturut-turut 3,64 kali, 3,35 kali, dan 5,14 kali.

Kemudian, PBV ketiganya masing-masing 2,51 kali, 1,19 kali, dan 1,78 kali.

Asal tahu saja, saham SMDR, INDY, dan ENRG baru saja masuk ke IDXValue30 untuk periode 3 Agustus 2022 s.d. 2 Februari 2023.

Sebagai gambaran, IDX Value30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. (ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD