Sehari sebelumnya saham BDMN sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) 25 persen.
Dengan ini, saham BDMN melonjak 77,02 persen hanya dalam kurun sepekan.
Sebelumnya, di tengah lonjakan tersebut, beredar kabar di kalangan pelaku pasar mengenai potensi aksi korporasi. Sumber anonim kepada IDXChannel, Rabu (22/4), menyebutkan sisa saham BDMN dirumorkan akan dibeli oleh MUFG pada kisaran harga premium atau di atas harga pasar.
Sumber lain yang juga enggan disebutkan identitasnya menambahkan, rumor lain berkaitan dengan isu delisting atau go private, seiring ketentuan free float minimum 15 persen yang dinilai sulit dipenuhi.
Saat ini, MUFG Bank tercatat menguasai 92,47 persen saham BDMN, sementara kepemilikan publik (scripless) hanya sekitar 7,47 persen.
Merespons kabar di atas, Chief Strategy Officer Bank Danamon Indonesia, Reza Iskandar Sardjono, menegaskan pihaknya tidak akan menanggapi isu yang beredar di pasar.