AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Maksimalkan Captive Market, Asuransi Tugu Mandiri Targetkan Premi Rp558 Miliar di 2021

MARKET NEWS
Oktiani/Koran Sindo
Jum'at, 11 Juni 2021 17:26 WIB
PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) menargetkan pendapatan premi sebesar Rp558 miliar di tahun 2021.
MNC Media

IDXChannel - PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) menargetkan pendapatan premi sebesar Rp558 miliar di tahun 2021.

Direktur Utama AJTM Hanindio W. Hadi mengatakan, perusahaan akan memaksimalkan pendapatan premi dari captive market. Saat ini AJTM baru menggarap 15-20% potensi premi dari grup Pertamina.

"Ini tantangan buat kami untuk lebih agresif. Bukan hanya sekadar jualan tetapi kami juga mempersiapkan kualitas yang lebih baik," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Direktur AJTM Haris Anwar mengatakan, perusahaan akan fokus pada pangsa pasar yang sudah dikuasai. Untuk memperlebar jangkauan di pasar non-captive market, perusahaan akan mengembangkan produk baru untuk masyarakat.

"Fokusnya pada pangsa pasar yang memang kami kuasai. Kami pahami karakteristiknya dan kami miliki produk varian sesuai pasar kami," ungkapnya.

Sepanjang 2020, AJTM berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp18,39 miliar, meningkat 119% dibanding 2019 yang sebesar Rp8,39 miliar. Sedangkan total asset meningkat 15% dari Rp1,7 triliun menjadi Rp1,96 triliun.

Pada 2020, AJTM juga mencatat adanya peningkatan yang sangat signifikan pada hasil underwriting. Dari semula negatif Rp11,69 miliar pada 2019, berbalik positif menjadi Rp97,48 miliar pada 2020. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD