AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Menakar Arah Industri Kendaraan Listrik, Tuai Berkah Emiten Nikel Cs

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Jum'at, 24 Juni 2022 18:00 WIB
Kendaraan listrik punya pasar yang besar di Tanah Air. Hal ini dimanfaatkan emiten nikel dalam pengembangan baterai transportasi masa depan ini.
Menakar Arah Industri Kendaraan Listrik, Tuai Berkah Emiten Nikel Cs. (Foto: MNC Media)
Menakar Arah Industri Kendaraan Listrik, Tuai Berkah Emiten Nikel Cs. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Kendaraan listrik kini digemari masyarakat sebab selain ramah lingkungan, jenis kendaraan ini juga dinilai lebih hemat biaya operasional. Keunggulan tersebut menyebabkan mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat luas.

Pada tahun 2019, terdapat 3,27 juta unit kendaraan listrik di pasar kendaraan listrik global. Sementara menurut proyeksi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah mobil listrik di pasar global akan meningkat hingga 26,95 juta unit di tahun 2030.

Di dalam negeri, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkirakan pada tahun 2022, mobil listrik akan tumbuh menjadi 4 ribu unit. Bahkan, jumlah tersebut akan terus bertumbuh hingga 16 ribu unit pada  2025 dan 65 ribu unit di tahun 2030.

Hingga saat ini, penjualan mobil listrik di Tanah Air turut meningkat semenjak 2020. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, per 2020 terdapat 121 unit mobil listrik berbasis baterai telah dipasarkan.

Adapun total penjualan baik kendaraan listrik berjenis BEV (Battery Electric Vehicle) maupun PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mencapai lebih dari 1.000 unit pada 2020 hingga pertengahan 2021.

Selain itu, pemerintah juga mencanangkan percepatan penggunaan mobil listrik di dalam negeri. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (Mobil Listrik), pemerintah telah mengatur pelaku industri otomotif Tanah Air untuk mengembangkan kendaraan masa depan ini.

Terkini, Presiden Joko Widodo meluncurkan mobil listrik IONIQ 5 pada 16 Maret 2022 lalu. Selain itu, presiden juga meresmikan pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat. Tak hanya memproduksi mobli listrik untuk pasar domestik, Hyundai juga menjadikan pabrik Indonesia sebagai basis pasar ASEAN.

“Peluncuran mobil listrik Hyundai IONIQ 5 menandai dimulainya produksi mobil listrik di Indonesia. Sementara mobil listrik Hyundai lainnya Genesis G80 akan menjadi mobil resmi KTT G20 sebagai showcase kerja sama RI-Korsel," ucap Presiden, Minggu (20/3/2022), di Bali International Convention Center (BICC), Minggu lalu (20/3/2022).

Tingginya kebutuhan mobil listrik di dunia dan Tanah Air turut menjadi potensi bagi produsen nikel Tanah Air. Asal tahu saja, nikel merupakan salah satu bahan baku pembuat baterai yang digunakan oleh mobil listrik.

Indonesia memiliki 30 persen cadangan nikel di dunia atau sebesar 21 juta ton. Cadangan tersebut tersebar di berbagai wilayah Tanah Air, meliputi Halmahera Timur di Maluku Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, Pulau Obi di Maluku Utara, dan lain sebagainya.

Komitmen Investasi Industri Baterai

Pemerintah menggarap industri baterai sebagai pendukung industri kendaraan listrik di Tanah Air. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) guna mendukung upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditas mineral.

Adapun empat badan usaha yang terlibat adalah PLN, PT Aneka Tambang Tbk, Inalum, dan Pertamina. Adanya IBC diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sama untuk proyek sektor hilir.

Kerja sama tersebut mencakup kemampuan akses pasar serta pendanaan dalam mengembangkan produksi mineral dari cadangan perusahaan. Di samping itu, IBC juga terlibat dalam hilirisasi nikel melalui pembangunan pemurnian nikel (smelter) feronikel di Halmahera Timur.

Dilansir dari riset Ajaib Sekuritas di tahun 2022, smelter yang hendak dibangun tersebut berkapasitas produksi sebesar 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) per tahunnya.

Di akhir 2020, perusahaan global LG Energy Solution berkomitmen untuk berinvestasi di industri baterai dari hulu ke hilir melalui penandatanganan nota kesepamahaman (MoU). Adapun nilai investasinya mencapai USD9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.

Rencananya, pabrik tersebut akan mengintegrasikan seluruh rantai pasok baterai dari penambangan, smelter, prekusor, katoda, mobil, hingga fasilitas daur ulang yang keseluruhan fasilitasnya di bangun di Indonesia.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD