Dia menilai kondisi tersebut turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik, di tengah mulai meredanya kekhawatiran terkait peringatan MSCI, potensi penurunan sovereign rating Indonesia, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurut Arief, kembalinya arus modal asing secara besar-besaran ke Indonesia masih sulit terjadi dalam waktu dekat.
Karena itu, saham-saham konglomerasi dengan likuiditas tinggi dan narasi pertumbuhan kuat diperkirakan lebih banyak diburu investor lokal.
Sucor menilai saham seperti PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berpotensi kembali menjadi fokus pasar setelah ada kejelasan terkait keputusan MSCI.
Khusus BREN, pergerakan saham diperkirakan lebih menarik setelah tekanan jual mereda apabila saham tersebut dikeluarkan dari MSCI Indonesia Standard Index.