Sementara itu, emiten berbasis pendapatan dolar AS dinilai menarik sebagai lindung nilai terhadap pelemahan rupiah yang masih berlanjut.
Sejak awal tahun, rupiah tercatat telah melemah sekitar 3,5 persen terhadap dolar AS akibat kekhawatiran investor terhadap ketahanan fiskal Indonesia.
Emiten seperti AMMN, ANTM, INCO, AADI, BULL, dan INKP dinilai berada dalam posisi yang diuntungkan karena permintaan produk utama mereka masih kuat sekaligus memperoleh manfaat dari pelemahan rupiah.
Sucor Sekuritas menilai berbagai langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal memang mulai dilakukan, namun pemulihan penuh kepercayaan investor diperkirakan masih membutuhkan waktu. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.