Untuk Smartfren, data yield tercatat turun sekitar 3 persen secara bulanan seiring penghapusan sejumlah paket dengan kuota besar.
Untuk segmen FTTH (fixed broadband), tekanan terlihat pada beberapa pemain.
First Media memangkas variasi paket, sementara Indosat HiFi mencatat penurunan yield signifikan. Sebaliknya, IndiHome mencatat peningkatan harga per Mbps, didorong penyesuaian kecepatan tanpa perubahan tarif.
Secara keseluruhan, Indo Premier tetap mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor telekomunikasi, dengan EXCL sebagai pilihan utama.
Meski ARPU diperkirakan melemah secara kuartalan akibat pergeseran musim Lebaran ke kuartal pertama dan efek kelelahan belanja, pertumbuhan secara tahunan dinilai masih akan tetap positif. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.